Apakah anda sudah pernah mendengar Aplikasi yang disebut Macromedia Director ? Macromedia Director saat ini telah mencapai versi terbarunya, yaitu Adobe Director 11. Sebenarnya apa Director itu ? Macromedia Director adalah sebuah program yang dirancang khusus untuk membuat self-contained atau program yang dapat berjalan sendiri. Aplikasi ini dapat dijadikan sebagai media presentasi maupun sebagai Media Interaktif untuk Membuat CD Interaktif. Director ini juga dapat digunakan untuk menciptakan konten halaman web dalam bentuk Shockwave.
Uniknya director ini menjadikan perancang layaknya
seorang sutradara dalam sebuah film. Para pemain ataupun materi/media
bisa dianggap sebagai Cast. Semua aksi dan pergerakan Cast diatur dalam
Stage yang diatur dalam alur cerita atau timeline. Sutradara juga dapat
mengambil atau mengikutsertakan Cast dari pemain-pemain yang berbeda
karakter seperti Photoshop, 3D Studio Max, Audio File
seperti MP3 dan WAV, Video File seperti AVI, MPG, MOV dan Flash. Dengan
Director ini, tentu saja kita dapat menggabungkan sumber daya yang ada,
menjadi sebuah media yang interaktif. Director ini juga dapat
dipaketkan menjadi sebuah aplikasi yang bisa dijalankan melalui CD ROM.
Tak kenal maka Tak Sayang, untuk mampu menggunakan
Macromedia Director, tentu saja kita harus mengenal Interface dari
director ini. Bagi yang ingin mempelajari Director, mari kita lihat dulu
Interfacenya.
Interface Macromedia Director
Tampilan Macromedia Director MX 2004 (versi 10)
Keterangan :- Stage : Tampilan Utama untuk menampilkan hasil tata letak objek pada frame tertentu.
- Score : Untuk mengatur urutan objek yang akan tampil seperti storyboard dan storyline. Disini kita dapat menampilkan mana yang lebih dulu, dan mana yang tampil belakangan.
- Cast Member : untuk menampung semua jenis objek yang akan dipakai dalam director. Satu objek dapat digunakan beberapa kali dalam penampilan, untuk menghemat besarnya hasil media.
- Panel Property Inspector : untuk mengatur parameter yang ada pada objek. Setiap objek mempunyai pengaturan sendiri.
- Sprite Channel : untuk mengatur layer atau urutan penempatan objek seperti pada photoshop.
Tampilan Score
Hardware yang dibutuhkan
Untuk menjalankan Macromedia Director MX, kita tidak perlu menyiapkan komputer yang high-end.- Processor : Pentium II
- RAM : 64 MB
- Sistem Operasi : Windows 2000 Professional
Fungsi Marker di Macromedia Director
Menurut saya marker adalah pengganti nama frame dan Marker di dalam director sendiri berfungsi sebagai identifikasi (letanya di awal halaman baru) suatu halaman tertentu yang nanti akan digunakan pada saaat memberikan script lingo sebagai suatu alamat tujuan. Misalnya pada saat kita akan memberikan action scritp terhadap tombol, dan ketika tombol itu diklik akan menuju ke halaman menu utama (di halaman menu utama ini sudah diberi marker dengan nama “menu”) maka scritpnya akan seperti ini :
on mouseUp meAtau bisa ditambahi menjadi :
Go to “menu”
End
on mouseUp me
go to frame “menu”
End
(nah “menu disini adalah marker yang diberikan tadi”). Sebenarnya marker sendiri adalah sebagai pengganti nomor frame, misalkan marker
“menu” tadi berada di frame 45, pada action script nya bisa juga kita
tuliskan “go frame 45”, nanti hasilnya juga sama ketika tombol diklik
akan menuju halaman menu. Pemberian nama marker ini sangat membantu kita apalagi kalau kita membuat project sampai ratusan atau ribuan frame, dengan adanya marker ini akan mempermudah pekerjaan kita.

pemberian marker di scene
Jadi fungsi marker di
director sangat berguna dan mempermudah pekerjaan kita. Maaf jika masih
ada kesalahan (masih tahap belajar terus, kalau ada yang mau nambahi
silahkan). Kalau ada yang punya versi terbaru dari director kasih
linknya juga ga papa, sukur –sukur kalau berbaik hati malah dikirimi
hahahaha. Karena yang saya gunakan ini versi nya sudah lama sekali,
masih versi 10.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar